Pada ruang maya SDN 1 Tambakmulyo adalah ruang untuk peserta didik, guru maupun masyarakat untuk belajar bersama, sharing, dan kolaborasi dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Pantun merupakan bentuk karya sastra yang cukup populer di Indonesia dan biasanya diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, salah satu jenis puisi yang sudah lama dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara ini biasanya juga digunakan dalam upacara adat. Pada dasarnya, pantun merupakan rangkaian kata-kata indah yang mengandung makna tersirat. Tidak hanya itu, bentuk karya sastra ini juga masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik, jumlah kata dalam setiap larik, dan lain sebagainya.
Pantun merupakan salah satu karya memiliki pengertian yang beragam. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun merupakan bentuk dari puisi Indonesia atau Melayu yang setiap bait (kuplet) umumnya terdiri dari empat baris dengan sajak a-b-a-b. Selain itu, setiap larik pada pantun umumnya terdiri atas empat kata dimana baris pertama dan kedua digunakan sebagai sampiran dan baris ketiga dan keempat sebagai isi. Menurut R.O. Winstedt, pantun tidaklah sebatas kalimat dengan rima dan irama saja namun juga merupakan sebuah rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, rindu, dan benci dari penuturnya.
CIRI-CIRI PANTUN
Pantun memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dari karya sastra lain, yakni sebagai berikut:
Setiap sajaknya terdiri atas 4 baris.
Baris pertama dan kedua digunakan sebagai sampiran.
Baris ketiga dan keempat digunakan sebagai isi.
Setiap bait terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Berbait a-b-a-b atau a-a-a-a.
JENIS-JENIS PANTUN DAN CONTOHNYA
Setelah memahami pengertian dan unsur-unsur pantun diatas, kini Anda bisa mempelajari jenis-jenisnya. Berdasarkan isinya, pantun telah terbagi menjadi tujuh jenis.
Berikut penjelasan masing-masing jenis beserta contohnya:
1. Pantun Kiasan
Pantun kiasan adalah jenis pantun yang menggunakan kiasan untuk menyampaikan pesan yang ada di pantun secara tersirat. Contoh:
Berjalan dalam gelap Dapatkan ular warna hitam Berkenalan tanpa menatap
Bagai meraba dalam kelam
2. Pantun Cinta
Pantun cinta umumnya berisi pesan-pesan tentang cinta, romansa, atau perasaan rindu antara dua insan. Pantun ini bisa juga digunakan untuk merayu atau mengungkapkan cinta
Contoh:
Walaupun laut dikayuh
Tapi mengapa terasa rata
Walaupun kamu jauh
Tetapi mengapa aku cinta
3. Pantun Nasehat
Pantun nasehat merupakan jenis pantun yang biasanya berisi pesan moral atau mendidik yang bertujuan untuk menebar kebaikan.
Contoh:
Pagi-pagi sarapan ayam betutu
Tidak lupa dicampur kuah bumbu
Belajar itu tidak harus menunggu
Asalkan belajar hal-hal bermutu
4. Pantun Jenaka
Pantun jenaka ini biasanya digunakan untuk menghibur atau terkadang digunakan untuk saling menyindir namun dalam suasana hangat dan akrab.
Contoh:
Ada kera mirip buaya
Keduanya naik pedati
Dikira mirip luna maya
Ternyata yang dilirik Mpok Ati
5. Pantun Teka-Teki
Jenis pantun ini biasanya dibuat untuk mengajak pendengarnya berpikir melalui teka-teki yang ada di dalam pantun. Pantun teka-teki memiliki ciri khas yaitu kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun Contoh:
Kalau tuan sekuat halilintar
Pakai baju begitu gaya
Kalau tuan memang pintar
Hewan apa yang sangat kaya
6. Pantun Agama
Jenis pantun ini biasanya berisikan pesan. moral, dan didikan. Selain itu, pantun agama juga biasanya membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Berbeda dengan pantun nasehat, jenis pantun ini lebih spesifik karena berisi nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.
Contoh:
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
7. Pantun Peribahasa
Pantun ini merupakan jenis pantun yang terdapat kalimat peribahasa yang umumnya memiliki susunan tetap